Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 31 Oktober 2011

Kiat Mencari Ide Usaha


Pertanyaan klasik masih saja bergelayut di benak banyak orang yang ingin memulai membuka usaha. Mau Usaha Apa, itulah pertanyaan yang sepertinya susah untuk menemukan jawabannya. Kekhawatiran para pemula jika nanti salah pilih bisnis, lalu rugi, kemudian menjadikan alasan untuk terus menerus mencari jenis usaha yang tepat. Akibatnya, terjadi perencanaan yang terlalu matang hingga tak sempat action. Padahal, untuk mencari ide usaha, cukup melewati 3 langkah saja. Apa saja 3 langkah mencari ide usaha tersebut ?

Langkah pertama adalah menentukan produk. Apa yang anda sukai, apa yang anda minati, bahkan produk apa sih yang ingin sekali anda beli. Jika insting menjual anda belum terasah, memulai menentukan produk berdasarkan pada apa yang ingin anda beli adalah langkah alternatif yang akan berguna di masa depan. Terutama ketika bisnis anda sedang diuji, jika anda mencintai produk anda, anda tidak akan merasa rugi terlalu banyak. Biasanya ide bisnis seperti ini muncul dari hobi. Menentukan produk menggunakan perpsektif pembeli akan membuat anda memiliki sudut pandang yang berbeda.

Langkah kedua adalah menentukan marketnya. setelah anda memilih produk yang ingin sekali anda beli, siapa lagi sih yang akan membeli produk anda, selain anda ? Carilah orang-orang yang memiliki minat yang sama. Kenali profil dari calon pembeli, perilaku dan dimana saja mereka bisa ditemukan. Dengan mengenali market, anda akan dimudahkan untuk menjual produk yang sudah anda siapkan.
Lebih dari itu, Anda juga bisa menemukan ide usaha dengan cara mengenali pasarnya terlebih dahulu. Misalnya anda tahu persis siapa, bagaimana, dan dimana saja ada komunitas pengguna sepeda motor, anda bisa dengan mudah menemukan ide usaha, seperti cuci motor, jual sparepart, atau bengkel. menemukan market terlebih dahulu atau produk dulu sama baiknya. Terserah mau mulai darimana.

Langkah ketiga adalah tidak berlama-lama. Tak perlu data statistik detail, tak perlu penguasaan produk dari A sampai Z. Cukup survei dari sekitar lingkungan anda, teman-teman, saudara, bahkan kalau perlu pergilah ke pasar, mall, atau pusat-pusat keramaian untuk mengamati. Gunakan insting normal anda. Tak perlu bisa masak untuk buka restoran. Intinya, langkah konkrit anda lebih berarti dibanding keakuratan data penelitian anda tentang bisnis. Mau mulai dari pasar dulu, baru cari produknya, atau dari produknya, baru cari pasarnya, dibedakan dari secepat apa anda action. Jika terjadi kesalahan yang mengakibatkan kegagalan, tak perlu memaknainya terlalu dalam dan segeralah melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Kalau harus ganti bisnis, tetaplah memakai rumus 3 langkah tadi. $YBS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar