Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 30 Oktober 2011

Bisnis Pelatihan Robotics Makin Potensial

alt

Untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tingkat persaingan masa depan, dunia pendidikan terus mencari terobosan baru. Itu pula yang dilakukan Creativ Kids. Tempat kursus untuk anak-anak ini memadukan aktivitas bermain dan belajar untuk mengaplikasikan ilmu secara kreatif. "Kami tidak ingin anak-anak hanya jadi penghafal rumus," ujar Gunawan Tunas, pemilik Creativ Kids.

Berdiri pada 2007, Creativ Kids menawarkan pelatihan kreativitas yang berujung pada pembuatan robot. Setelah melihat usaha ini berkembang, pada 2008, Gunawan mulai tawarkan kemitraan.

Namun model kemitraan itu berubah pada 2010 lalu. Kini, dengan kemitraan baru tersebut, Gunawan berhasil menggandeng sembilan mitra yang membuka 25 gerai Creativ Kids di Jabodetabek, Cilegon, Malang, dan Surabaya.

Kursus ini menyasar anak-anak berumur dua tahun hingga 17 tahun. Ada tiga level utama, yakni level creativity class, construction class, dan robotic class. Pada masing-masing tingkatan, ada sekitar tiga hingga empat sub level, dengan kapasitas enam anak per kelas.

Untuk mengundang minat peserta kursus, Gunawan juga aktif berpartisipasi dalam ajang olimpiade robot tingkat nasional. Sejauh ini, mereka telah dua kali meraih juara nasional pada Indonesian Robot Olympiade, yaitu pada 2009 dan pada tahun ini.


Masih prospektif

Bagi peminat harus menyiapkan dana kemitraan senilai Rp 78,53 juta. Gunawan bilang, nilai investasi ini sudah mencakup semua keperluan, selain biaya renovasi dan sewa gedung.

Tentu saja, agar kursus ini mampu menarik peserta, investor harus memiliki lokasi yang strategis. Selain itu, syarat lainnya, calon investor harus menyukai dunia pendidikan anak-anak.

Creativ Kids mematok biaya pendaftaran siswa sebesar Rp 300.000. Sedangkan, biaya kursus per level berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000. Dengan perkiraan perolehan omzet antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan, Gunawan memprediksi modal para mitra bakal balik dalam waktu 18 bulan.

Setelah kursus berjalan, para mitra tetap harus melengkapi modul mengajar seharga Rp.40.000-Rp.60.000 setiap bulan. Selain itu, perlengkapan lego seharga Rp 1 juta hingga Rp 4,6 juta. "Tambahan tersebut hanya 10%-15% dari omzet," ujar Gunawan.

Cufia Tunas, mitra Creativ Kids generasi pertama yang membuka kursus ini di Bandar Lampung, mengatakan, usaha kursus ini bagus dan berkembang. Sebagai gambaran, saat membuka Creativ Kids pada 2009 lalu, jumlah anak didiknya hanya sebanyak 11 anak. Tapi kini telah melonjak menjadi 124 anak. "Berkembangnya usaha ini karena ada kesadaran orang tua untuk kembangkan otak kanan si anak," ungkapnya.

Dulu, Cufia membeli paket cukup murah, cuma Rp 25 juta. "Namun, waktu itu, saya harus melengkapi peralatannya sendiri. Kalau dihitung-hitung sama dengan paket yang ditawarkan saat ini," jelasnya. Ia pun bisa mendapatkan modalnya kembali hanya dalam waktu setahun.

Dengan jumlah siswanya sekarang, Cufia bisa merengkuh omzet hingga Rp 50 juta tiap bulan. "Di Lampung usaha seperti ini mendapat respons yang baik," jelas Cufia.



(sumber : kontan online)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar