Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Potensi Melimpah Dari Bisnis Bengkel Sepeda Motor

alt

Jumlah sepeda motor yang melimpah ruah adalah pasar potensial bagi bisnis bengkel kendaraan beroda dua ini. Jutaan sepeda motor yang merajai jalanan membutuhkan perawatan dan suku cadang, termasuk penggantian oli. Di sinilah, peluang bagi pengusaha yang ingin menggeluti bisnis bengkel. Mereka juga tak perlu repot, karena banyak bengkel yang sudah menawarkan waralaba atau kemitraan. Maklum, usaha bengkel ini membutuhkan suatu keahlian khusus.

Memang, para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor, memiliki jaringan bengkel resmi guna mendukung layanan purna jualnya. Tapi, jaringan bengkel resmi selalu tak mencukupi kebutuhan para pengguna sepeda motor. Berikut ini adalah review atas berbagai tawaran waralaba usaha bengkel sepeda motor.

• Mr Montir

Berdiri sejak 2002, PT Techno Motor Indonesia mulai menawarkan kemitraan pada November 2009, dengan mengusung nama bengkel Mr. Montir. Menurut Joppy Lizardo, Marketing PT Techno Motor Indonesia (TMI), dalam waralaba ini, mereka menggabungkan kualitas bengkel resmi dengan harga bengkel pinggir jalan.

Selain itu, Mr Montir menyediakan suku cadang, aksesori dan jasa modifikasi sepeda motor. Tidak ketinggalan pula, Mr Montir menawarkan jasa layanan cuci dan salon sepeda motor.

Untuk mendukung usahanya, TMI juga menjalin kerja sama dengan Shell Indonesia dan menjadi mitra Pertamina. Dengan cara ini, Mr Montir bisa menyediakan produk dengan harga murah, hingga bisa menjadi pemasok bagi bengkel kecil di sekitarnya.

Saat KONTAN mengulas kemitraan Mr Montir pada akhir tahun lalu, mereka baru memiliki tujuh gerai. Dari ketujuh gerai itu, baru satu gerai saja yang dimiliki mitra. Kini, TMI sudah membuka sebelas gerai baru Mr Montir, yang tersebar di Jabodetabek.

Meski banyak calon mitra yang tertarik membuka Mr Montir, Joppy melakukan seleksi ketat terhadap mitra yang ingin bergabung. "Kami memang sangat menjaga kualitas, jadi mitra yang bergabung adalah yang benar-benar memenuhi syarat," ujarnya.

Sampai saat ini, TMI belum mengubah nilai investasi maupun persyaratan yang harus diikuti oleh calon mitra. Nilai investasi Mr Montir Rp 199 juta, termasuk franchise fee Rp 50 juta. Sisanya, merupakan biaya untuk pembelian perlengkapan dan peralatan standar, seperti lima bikelift dan toolbox.

Anggaran investasi ini juga sudah termasuk furnitur, komputer, dan pelatihan karyawan selama dua minggu dan pajak reklame setahun. TMI pun menetapkan kriteria, mitra harus memiliki lahan seluas 80 m² atau ruko minimal ukuran 4,5 x 15 m².


• Laris Jaya Motor

Herman Kosasih mendirikan bengkel sepeda motor Laris Jaya Motor (LJM) di Ciracas, Jakarta Timur, pada 2000. Awalnya, ia hanya menjual suku cadang dan jasa bubut sepeda motor. Namun, karena banyak permintaan perbaikan sepeda motor, ia pun mengembangkan usahanya menjadi bengkel sepeda motor komplet.

Herman mengklaim, kelebihan bengkelnya terletak pada jasa bubut. Itu sebabnya, LJM bisa merangkul bengkel kecil di sekitarnya, yang memerlukan jasa bubut.

Karena merasa usahanya prospektif dan banyak peminat, Herman memberanikan diri menawarkan kerja sama kemitraan di awal 2009. "Saya yakin bisnis perawatan sepeda motor tidak akan pernah mati karena pasarnya terus berkembang," ujarnya.

Saat ini, Herman sudah memiliki 20 mitra yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Selain jumlah mitra yang bertambah, ia juga menaikkan biaya investasi menyesuaikan harga onderdil. Dari investasi total pada 2009 sebesar Rp 390 juta, kini, untuk membuka LJM, calon mitra harus menyiapkan dana Rp 420 juta.

Namun, Herman bilang, kenaikan ini tak memberatkan mitra. Pasalnya, kualitas LJM benar-benar dijaganya.

Dengan kenaikan nilai investasi ini, Herman juga menjanjikan kenaikan omzet. Jika dua tahun lalu, ia memprediksi mitra bisa mengantongi omzet Rp 100 juta, kini ia menghitung omzet bengkel LJM bakal mencapai Rp 120 juta per bulan. "Mitra bisa mencapai balik modal dalam waktu 2,3 tahun," ujarnya.

Herman pun mengaku pertumbuhan mitra hingga 19 mitra dalam dua tahun ini, karena pengendara sepeda motor yang terus bertambah. "Orang lebih suka naik sepeda motor, karena kemacetan Jakarta semakin parah," ujarnya.


• Ahass - Surya Cipta Pratama

Program 100 bengkel binaan yang digarap oleh Surya Dharma, pemilik dealer Ahass - Surya Cipta Pratama (ASCP) di Semarang, Jawa Tengah, boleh dibilang terus menuai banyak permintaan. Bengkel binaan Surya Dharma ini sudah dilirik oleh empat orang mitra yang masing-masing tersebar di Alastua dan Lamper, Semarang, serta Kendal dan Ungaran, Jawa Tengah.

Awalnya, pada 2010, Surya menawarkan empat macam paket bengkel binaan. Investor bisa memilih paket-paket yang bernilai Rp 20 juta, Rp 30 juta, Rp 50 juta dan Rp 100 juta, yang dapat dipilih oleh investor.

Namun, kini, Surya mengurangi jumlah paket bengkel binaannya. Sejak awal 2011, ia hanya menawarkan tiga paket, mulai dari nilai investasi Rp 50 juta, Rp 100 juta, dan Rp 200 juta.

Surya mengurangi paket senilai Rp 20 juta dan Rp 30 juta karena pada usaha itu, mitra hanya bisa menjual suku cadang, tanpa menjual aksesori dan kelengkapan kendaraan bermotor lainnya. "Selain jangka waktu balik modalnya lebih lama, peminatnya tidak ada," imbuh Surya.

Biaya investasi yang dikenakan kepada investor seluruhnya untuk pembelian berbagai jenis suku cadang sepeda motor Honda. Selain itu, ada sebagian dana untuk pembelian peralatan bengkel.

Surya mengatakan, investor binaan ASCP akan mendapat suku cadang dengan harga pokok yang diperoleh dari Honda. Tujuannya, agar investor bisa mendapat margin keuntungan maksimal. Setelah setahun, investor tak wajib membeli suku cadang ke ASCP. "Kalau masih membeli ke kami, investor tetap mendapat harga pokok," katanya.

Pada tahap awal, investor binaan yang mengambil paket ini akan mendapat pelatihan selama minimal tiga bulan untuk memahami seluk-beluk sepeda motor Honda dan cara servis serta penggantian suku cadang. Ketika bengkel baru beroperasi, ASCP akan menempatkan seorang mekaniknya dan melakukan pendampingan selama dua bulan. Setelah itu, pemilik bengkel bisa mandiri.

Namun begitu, ASCP masih tetap memegang pengelolaan manajemen selama setahun. Makanya, ASCP memungut management fee Rp 500.000 per bulan selama setahun.

Investor binaan ASCP tidak harus menangani sepeda motor Honda. Mereka juga bisa melayani merek lain. Status bengkel ini tidak seperti bengkel Ahass lainnya, yang hanya menangani sepeda motor Honda.

Kami adalah bengkel umum. "Tapi kalau fokus di Honda akan lebih baik. Orang lebih mencari bengkel yang spesifik," ujar Surya.

Surya mengaku, masa balik modal akan terjadi setelah satu sampai dengan dua tahun setelah bengkel beroperasi. Ia juga menambahkan bahwa bisnis bengkel ini merupakan usaha yang jarang gagal, terlebih jika mengingat makin meningkatnya pengguna kendaraan sepeda motor



(sumber : kontan online)
READ MORE - Potensi Melimpah Dari Bisnis Bengkel Sepeda Motor

Potensi Luas, Bisnis Budidaya Ikan Sidat Terkendala Benih

alt

Permintaan ikan sidat baik untuk pasokan lokal maupun ekspor makin besar. Sayang, benih sidat masih berasal dari tangkapan dan belum bisa dipijahkan secara buatan. Oleh karena itu harga jual ikan sidat masih terbilang tinggi.
Penggemar makanan Jepang pasti tak asing pada unagi. Makanan yang biasa disajikan di atas nasi ini berbahan baku belut air asin alias sidat. Sidat mirip dengan belut air tawar, tapi mempunyai sirip di punggung dan dada.

Meski berasal dari laut, sidat bisa hidup di dua alam: air tawar dan air laut. Biasanya sebelum berumur dua tahun sidat hidup di muara sungai. Sesudah berumur dua tahun, baru sidat akan pindah ke laut untuk bertelur hingga kelak mati.

Selain enak disantap, sidat kaya akan kandungan gizi. Tak heran, permintaan ikan sidat cukup besar. Pusat Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, permintaan sidat untuk memenuhi kebutuhan supermarket di beberapa kota besar di Indonesia mencapai 3 ton per bulan. Dari kebutuhan sebanyak itu, selama ini yang terpenuhi baru sekitar 10% .

Kebutuhan sidat di pasar internasional jauh lebih besar, bisa mencapai 300.000 ton per tahun. Khusus pasar Jepang, kebutuhan sidat bisa mencapai 100.000 ton per tahun dan 60.000 ton di antaranya masih diimpor dari luar negeri. Oh, iya, konsumen di Jepang lebih menyukai sidat jenis bicolor, berbeda dengan konsumen di Indonesia, Korea, dan Taiwan yang lebih menggemari sidat jenis marmorata.

Yoyon Priyono, salah seorang petani ikan sidat di Lampung sekaligus Direktur CV Yonadara Sukses, mengaku dalam sehari baru bisa mengirim 200 kilogram (kg)–1 ton ikan sidat ke beberapa perusahaan pengolahan di Jakarta, padahal permintaan yang datang bisa lebih besar dari angka itu.

Rahmat Aminudin, pemilik dari CV Satu Karya Community di Surakarta, Jawa Tengah, mengaku baru bisa menghasilkan sidat siap konsumsi sebanyak 1 ton per bulan. Padahal, kalau bisa memasok sebanyak 3 ton, pasar tetap akan menyerap. “Saat ini, kami hanya menjual ke pasar lokal,” imbuh dia.

Sidat siap konsumsi biasanya, mempunyai ukuran 200 gram– 500 gram per ekor. Harga jualnya Rp 70.000 per kg. Karena itu, dalam sebulan, Yoyon bisa mengantongi omzet sekitar Rp 100 juta. Rahmat biasanya menjual sidat dalam dua ukuran. Ukuran 250 gram per ekor harganya Rp 75.000 per kg. Adapun ukuran 500 gram harganya Rp 100.000 per kg. “Harganya sama baik sidat bicolor atau marmorata,” papar dia.


Belum bisa pijah buatan

Budidaya sidat di Indonesia lebih tepat disebut dengan pembesaran. Sebab, sidat asli Indonesia yaitu sidat sirip panjang Indonesia (Indonesian longfinned eel/Anguilla malgumora), sidat sirip panjang Sulawesi (Celebes longfin eel/Anguilla celebesensis), dan sidat sirip pendek Indonesia (Indonesian shortfin eel/Anguilla bicolor bicolor) masih belum bisa dipijahkan secara buatan. Karena itu, benih dari ikan sidat tetap harus diperoleh dari alam.

Alhasil, pasokan sidat sangat tergantung dari jumlah benih yang tersedia. Apalagi, sidat mempunyai masa musim pijah. Puncak perpijahan sidat bicolor biasanya terjadi pada bulan Mei dan Desember. Sedangkan sidat marmorata di bulan Oktober. Rahmat bilang, benih sidat (glass eel) biasanya diperoleh dari nelayan. Harganya Rp 750.000 per kg isi 6.000 ekor.

Nah proses pembesaran sidat membutuhkan waktu cukup lama, yaitu 22 bulan–24 bulan. Para petani kecil akan cukup kesulitan kalau melakukan pembesaran dari mulai benih sampai siap konsumsi. “Berat di ongkos,” tutur Rahmat.

Karena itu, biasanya budidaya sidat dilakukan dalam beberapa tahap dan bekerja sama dengan beberapa petani plasma. Yoyon misalnya, menggaet petani di sekitar Pelabuhan Ratu dan Lampung. Rahmat pun melakukan hal yang sama. Dia menggandeng beberapa petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Ada beberapa tahap pembesaran. Pertama, mulai benih menjadi elver (larva ukuran 5 centimeter). Pada tahap ini, Rahmat bilang memakan dua bulan. Sidat juga masih harus hidup di air payau. “Pada ukuran elver, harga per kilogram isi 250 ekor–300 ekor seharga Rp 225.000–Rp 300.000,” ujar dia.

Kedua, mulai elver menjadi fingerling membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Pada ukuran ini, harga jualnya Rp 70.000 per kg dapat sekitar 20 ekor–30 ekor. Ketiga untuk fase fingerling sampai siap konsumsi perlu waktu 16 bulan–18 bulan. Menurut Rahmat, fase ini juga akan dibagi ke beberapa petani sehingga tidak terlalu berat pada masa perawatan.

Merawat sidat cukup mudah. Rahmat bilang, sejak pertama kali memulai budidaya sidat di tahun 2008, ia belum mengalami ada penyakit sidat yang cukup signifikan. “Paling hanya bakteri, itu pun tidak terlalu menghambat,” ujar dia.

Meski begitu, untuk menghindari serangan bakteri, sebelum sidat dimasukkan dalam kolam buatan, Anda harus memastikan bahwa kolam tersebut sudah steril. Selain itu, air yang digunakan harus air yang mengalir. “Bisa menggunakan kincir air atau air mengalir dari sumber,” kata Rahmat.

Tingkat keasaman air (pH) juga harus diperhatikan. Rahmat bilang, maksimal pH air sebesar 8,2. Menurutnya, faktor air ini sangat menentukan lama tidaknya sidat berkembang. “Biasanya kalau menggunakan air payau bisa lebih cepat besar,” ujar Rahmat.

Rahmat menyarankan, glass eel sebaiknya ditempatkan dalam akuarium yang beraerasi dan bersirkulasi baik. Dengan demikian, perkembangannya mudah dipantau. Lebih baik lagi airnya diganti sehari sekali.

Nah, kalau sudah menjadi elver, tahap berikutnya adalah dimasukkan ke dalam kolam. Ukuran kolam tergantung dari kemampuan. Dinding kolam bisa memakai beton atau bambu. Air kolam sebaiknya berwarna hijau lantaran mengandung lumut. Sidat akan lebih nyaman dalam kondisi seperti itu. Jika kolam masih dalam keadaan jernih, sebaiknya di atas kolam diberi peneduh. Kolam sebaiknya juga diberi tempat sembunyi.

(sumber : kontan online)
READ MORE - Potensi Luas, Bisnis Budidaya Ikan Sidat Terkendala Benih

Diburu Investor, Harga Emas Melonjak Lagi

alt

Harga emas kembali melesat dipicu kekhawatiran tidak tercapainya kesepakatan penyelesaian krisis Eropa dan data ekonomi AS yang negatif, sehingga membuat investor kembali memburu 'safe-haven'.
Setelah dalam beberapa bulan tenang karena investor mulai berburu lagi aset-aset berisiko, harga emas melonjak tinggi hingga 3% meski pasar saham merosot tajam. Harga perak juga ikut terangkat hingga 4%.

"Hari ini adalah hari pertama sejak September bahwa kita melihat teknikal dan pembelian safe-haven yang nyata-nyata bagus," ujar Frank McGhee, kepala pialang logam berharga di Integrated Brokerage Services LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/10/2011).

Pada perdagangan Selasa (25/10/2011), harga emas di pasar spot tercatat naik 3,2% menjadi US$ 1.705,24 per ounce. Harga emas berjangka juga naik US$ 48,10 menjadi US$ 1.700,40 per ounce.

Analis mengatakan, kenaikan juga dibantu oleh tercapainya level teknikal karena besarnya pembelian baru yang cukup besar dari investor baru menimbulkan tingginya volume setelah tercapainya level resistance di US$ 1.660 per ounce.

Lebih dari 170.000 ounce emas untuk kontrak Desember berpindah tangan dalam 10 menit, setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS secara tidak terduga turun ke titik terendahnya sejak Maret 2009.

"Banyak reli pada hari ini merupakan pembelian baru dan US$ 1.668 adalah titik perpecahan yang membawa momentum bullish lebih besar lagi pada emas," ujar McGhee.

Emas juga mendapatkan keuntungan dari pelarian dana-dana ke safe-haven, akibat tak kunjung tercapainya kesepakatan para pemimpin Eropa untuk menyelesaikan krisis di kawasan tersebut.

"Orang-orang menyadari situasi di Eropa tidak akan terpecahkan sendiri dan ini akan menjadi garis depan lagi," ujar Zachary Oxman, managing director TrendMax.com.

Selain harga emas, komoditas yang juga melonjak adalah harga minyak mentah. Selain sentimen krisis Eropa, harga minyak juga terdongkrak oleh meningkatnya permintaan BBM di AS.

Pada perdagangan Selasa (25/10/2011), kontrak utama minyak West Texas Intermediate pengiriman Desember tercatat naik US$ 1,90 menjadi US$ 93,17 per barel. Namun minyak Brent pengiriman Desember turun 34 sen menjadi US$ 110,92 per barel.

(sumber : detik.com)
READ MORE - Diburu Investor, Harga Emas Melonjak Lagi

Minggu, 30 Oktober 2011

Tekan Harga Rumah, Developer Boleh Bangun Rumah Tipe 27

alt

Demi menekan harga rumah tapak sederhana (RTS) tipe 36, pengembang properti dibolehkan membangun rumah dengan luasan tertutup lebih kecil, yaitu dengan ukuran 27 m2.
Hal ini untuk menyiasati ketentuan wajib membangun RTS dengan luas lantai 36 m2 sesuai amanat UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Pemukiman pasal 22 ayat 3.

Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan pengembang bahwa ketentuan wajib membangun RTS minimal tipe 36 akan berlaku efektif Februari 2012. Namun pengembang mengaku jika ketentuan itu diberlakukan maka harga rumah di bawah Rp 70 juta (bebas PPN) bakal sulit terwujud.

Rencananya akan dibuat ketentuan bahwa pengembang boleh membangun rumah tipe 27 namun dengan luasan lantai tetap dengan ukuran 36. Pengembang hanya akan membangun konstruksi rumah yang tertutup dengan ukuran 27 m2 sementara sisa luasan lantai 9 m2 dibiarkan terbuka alias tak tertutup dinding namun tetap beratap.

"Nanti akan dituangkan dalam PP (peraturan pemerintah). Kan dalam UU soal perumahan dan permukiman ditentukan luas lantai 36, tapi memang dalam undang-undang tak dijelaskan terutup atau terbuka," katanya.

Pangihutan mengatakan selama ini berdasarkan survei di lapangan umumnya konsumen memiliki kemampuan untuk menambah sendiri atau merenovasi rumah yang mereka telah beli.
Walaupun berdasarkan penelitian batas minimal luasan rumah per orangnya minimal 7,2 m2 artinya jika satu keluarga dihitung ada 4 orang maka luasan minimal sebuah rumah yang layak adalah 28,8 m2.

(sumber : detik.com)
READ MORE - Tekan Harga Rumah, Developer Boleh Bangun Rumah Tipe 27