Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Franchise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Franchise. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Potensi Melimpah Dari Bisnis Bengkel Sepeda Motor

alt

Jumlah sepeda motor yang melimpah ruah adalah pasar potensial bagi bisnis bengkel kendaraan beroda dua ini. Jutaan sepeda motor yang merajai jalanan membutuhkan perawatan dan suku cadang, termasuk penggantian oli. Di sinilah, peluang bagi pengusaha yang ingin menggeluti bisnis bengkel. Mereka juga tak perlu repot, karena banyak bengkel yang sudah menawarkan waralaba atau kemitraan. Maklum, usaha bengkel ini membutuhkan suatu keahlian khusus.

Memang, para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor, memiliki jaringan bengkel resmi guna mendukung layanan purna jualnya. Tapi, jaringan bengkel resmi selalu tak mencukupi kebutuhan para pengguna sepeda motor. Berikut ini adalah review atas berbagai tawaran waralaba usaha bengkel sepeda motor.

• Mr Montir

Berdiri sejak 2002, PT Techno Motor Indonesia mulai menawarkan kemitraan pada November 2009, dengan mengusung nama bengkel Mr. Montir. Menurut Joppy Lizardo, Marketing PT Techno Motor Indonesia (TMI), dalam waralaba ini, mereka menggabungkan kualitas bengkel resmi dengan harga bengkel pinggir jalan.

Selain itu, Mr Montir menyediakan suku cadang, aksesori dan jasa modifikasi sepeda motor. Tidak ketinggalan pula, Mr Montir menawarkan jasa layanan cuci dan salon sepeda motor.

Untuk mendukung usahanya, TMI juga menjalin kerja sama dengan Shell Indonesia dan menjadi mitra Pertamina. Dengan cara ini, Mr Montir bisa menyediakan produk dengan harga murah, hingga bisa menjadi pemasok bagi bengkel kecil di sekitarnya.

Saat KONTAN mengulas kemitraan Mr Montir pada akhir tahun lalu, mereka baru memiliki tujuh gerai. Dari ketujuh gerai itu, baru satu gerai saja yang dimiliki mitra. Kini, TMI sudah membuka sebelas gerai baru Mr Montir, yang tersebar di Jabodetabek.

Meski banyak calon mitra yang tertarik membuka Mr Montir, Joppy melakukan seleksi ketat terhadap mitra yang ingin bergabung. "Kami memang sangat menjaga kualitas, jadi mitra yang bergabung adalah yang benar-benar memenuhi syarat," ujarnya.

Sampai saat ini, TMI belum mengubah nilai investasi maupun persyaratan yang harus diikuti oleh calon mitra. Nilai investasi Mr Montir Rp 199 juta, termasuk franchise fee Rp 50 juta. Sisanya, merupakan biaya untuk pembelian perlengkapan dan peralatan standar, seperti lima bikelift dan toolbox.

Anggaran investasi ini juga sudah termasuk furnitur, komputer, dan pelatihan karyawan selama dua minggu dan pajak reklame setahun. TMI pun menetapkan kriteria, mitra harus memiliki lahan seluas 80 m² atau ruko minimal ukuran 4,5 x 15 m².


• Laris Jaya Motor

Herman Kosasih mendirikan bengkel sepeda motor Laris Jaya Motor (LJM) di Ciracas, Jakarta Timur, pada 2000. Awalnya, ia hanya menjual suku cadang dan jasa bubut sepeda motor. Namun, karena banyak permintaan perbaikan sepeda motor, ia pun mengembangkan usahanya menjadi bengkel sepeda motor komplet.

Herman mengklaim, kelebihan bengkelnya terletak pada jasa bubut. Itu sebabnya, LJM bisa merangkul bengkel kecil di sekitarnya, yang memerlukan jasa bubut.

Karena merasa usahanya prospektif dan banyak peminat, Herman memberanikan diri menawarkan kerja sama kemitraan di awal 2009. "Saya yakin bisnis perawatan sepeda motor tidak akan pernah mati karena pasarnya terus berkembang," ujarnya.

Saat ini, Herman sudah memiliki 20 mitra yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Selain jumlah mitra yang bertambah, ia juga menaikkan biaya investasi menyesuaikan harga onderdil. Dari investasi total pada 2009 sebesar Rp 390 juta, kini, untuk membuka LJM, calon mitra harus menyiapkan dana Rp 420 juta.

Namun, Herman bilang, kenaikan ini tak memberatkan mitra. Pasalnya, kualitas LJM benar-benar dijaganya.

Dengan kenaikan nilai investasi ini, Herman juga menjanjikan kenaikan omzet. Jika dua tahun lalu, ia memprediksi mitra bisa mengantongi omzet Rp 100 juta, kini ia menghitung omzet bengkel LJM bakal mencapai Rp 120 juta per bulan. "Mitra bisa mencapai balik modal dalam waktu 2,3 tahun," ujarnya.

Herman pun mengaku pertumbuhan mitra hingga 19 mitra dalam dua tahun ini, karena pengendara sepeda motor yang terus bertambah. "Orang lebih suka naik sepeda motor, karena kemacetan Jakarta semakin parah," ujarnya.


• Ahass - Surya Cipta Pratama

Program 100 bengkel binaan yang digarap oleh Surya Dharma, pemilik dealer Ahass - Surya Cipta Pratama (ASCP) di Semarang, Jawa Tengah, boleh dibilang terus menuai banyak permintaan. Bengkel binaan Surya Dharma ini sudah dilirik oleh empat orang mitra yang masing-masing tersebar di Alastua dan Lamper, Semarang, serta Kendal dan Ungaran, Jawa Tengah.

Awalnya, pada 2010, Surya menawarkan empat macam paket bengkel binaan. Investor bisa memilih paket-paket yang bernilai Rp 20 juta, Rp 30 juta, Rp 50 juta dan Rp 100 juta, yang dapat dipilih oleh investor.

Namun, kini, Surya mengurangi jumlah paket bengkel binaannya. Sejak awal 2011, ia hanya menawarkan tiga paket, mulai dari nilai investasi Rp 50 juta, Rp 100 juta, dan Rp 200 juta.

Surya mengurangi paket senilai Rp 20 juta dan Rp 30 juta karena pada usaha itu, mitra hanya bisa menjual suku cadang, tanpa menjual aksesori dan kelengkapan kendaraan bermotor lainnya. "Selain jangka waktu balik modalnya lebih lama, peminatnya tidak ada," imbuh Surya.

Biaya investasi yang dikenakan kepada investor seluruhnya untuk pembelian berbagai jenis suku cadang sepeda motor Honda. Selain itu, ada sebagian dana untuk pembelian peralatan bengkel.

Surya mengatakan, investor binaan ASCP akan mendapat suku cadang dengan harga pokok yang diperoleh dari Honda. Tujuannya, agar investor bisa mendapat margin keuntungan maksimal. Setelah setahun, investor tak wajib membeli suku cadang ke ASCP. "Kalau masih membeli ke kami, investor tetap mendapat harga pokok," katanya.

Pada tahap awal, investor binaan yang mengambil paket ini akan mendapat pelatihan selama minimal tiga bulan untuk memahami seluk-beluk sepeda motor Honda dan cara servis serta penggantian suku cadang. Ketika bengkel baru beroperasi, ASCP akan menempatkan seorang mekaniknya dan melakukan pendampingan selama dua bulan. Setelah itu, pemilik bengkel bisa mandiri.

Namun begitu, ASCP masih tetap memegang pengelolaan manajemen selama setahun. Makanya, ASCP memungut management fee Rp 500.000 per bulan selama setahun.

Investor binaan ASCP tidak harus menangani sepeda motor Honda. Mereka juga bisa melayani merek lain. Status bengkel ini tidak seperti bengkel Ahass lainnya, yang hanya menangani sepeda motor Honda.

Kami adalah bengkel umum. "Tapi kalau fokus di Honda akan lebih baik. Orang lebih mencari bengkel yang spesifik," ujar Surya.

Surya mengaku, masa balik modal akan terjadi setelah satu sampai dengan dua tahun setelah bengkel beroperasi. Ia juga menambahkan bahwa bisnis bengkel ini merupakan usaha yang jarang gagal, terlebih jika mengingat makin meningkatnya pengguna kendaraan sepeda motor



(sumber : kontan online)
READ MORE - Potensi Melimpah Dari Bisnis Bengkel Sepeda Motor

Memulai Bisnis Distro dari Teras Rumah


Bisnis fashion semakin marak di Indonesia. Berbagai model pakaian dengan design baru dikeluarkan oleh produsen tiap harinya. Konsumen produk fashion juga semakin antusias menyambut model-model baru yang dirilis. Tak heran berbagai outlet penjualan produk fashion tidak pernah sepi. Maka menjamurlah berbagai bentuk bisnis clothing ini, mulai dari butik, factory outlet, distro, mobile disto dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang ingin mengais rupiah di bisnis ini, berikut langkah-langkah menjalankan bisnis distro.

1. Persiapan Tempat
Siapkan lokasi di teras rumah Anda untuk showroom distro. Siapkan lahan sekitar 3x3 M (sesuai keadaan rumah Anda). Lalu lakukan modofikasi sehingga ruangan tersebut layak dan baik untuk menjalankan usaha Anda.

2. Stock ProdukBagi Anda yang bisa mendesign sendiri, mungkin Anda bisa memproduksi produk Anda sendiri, tetapi bagia yang hanya ingin menjual, Anda bisa mencari barang yang murah untuk dijual lagi. Anda bisa kulakan barang di Bandung, Jakarta, atau tempat lain di daerah Anda. Cari informasi dari teman yang ada di sana untuk memperoleh barang murah untuk dijual lagi.

3. Tentukan Harga
Selanjutnya, tetukan harga jual untuk setiap produk Anda. Bila Anda ingin menjual dengan harga pas, buatlah label harga dan tempelkan di produk untuk memudahkan pembeli memilih barang sesuai dengan kondisi keuangannya.

4. Marketing
Setelah semua siap, mulai lakukan pemasaran. Sebarkan kartu nama, pamflet, selebaran dan lain-lain untuk mengenalkan distro Anda. Adna juga bisa berpromosi lewat iklan di koran, majalah, atau internet.

5. Manage Keuangan Anda
Beberapa orang menjadikan bisnis ini hanya sebagai pekerjaan sampingan, dan menyampur adukkan uang bisnis dengan uang lainnya. Sehingga susah untuk mengetahui dan memperkirakan untung rugi bisnisnya. Untuk itu, harus ada pemisahan antara keuangan bisnis dan keuangan harian lainnya. Pisahkan semua uang bisnis dalam satu rekening untuk mepermudah penghitungan laba rugi.

6. Evaluasi
Untuk mengetahui perkembangan bisnis distro Anda, lakukan evaluasi setiap bulan. Hitung modal dan pemasukan Anda dengan teliti untuk membuat rencana bisnis ke depan.

Berikut analisa usaha bisnis Distro Clothing:

1. Renovasi teras untuk showroom : Rp. 1.500.000
2. Belanja produk distro : Rp. 10.000.000
3. Rak baju, Display dll : Rp. 2.000.000
4. Manequin, Hanger DLL : Rp. 1.000.000
5. Biaya Promosi Awal : Rp. 500.000
Total Modal : Rp. 15.000.000

Biaya Operasional:
1. Transportasi : Rp. 400.000
2. Telepon DLL : Rp. 300.000
3. Listrik : Rp. 300.000
Total biaya produksi : Rp. 1.000.000

Prediksi keuntungan:Dengan asumsi dalam sehari rata-rata bisa menjual 12 produk
Harga rata-rata produk Rp. 50.000 dengan keuntungan rata-rata 25% dari harga beli.
Maka Pemasukan perbulan:
12 Produk X Rp. 50.000 X 30 Hari = 18.000.000
Keuntungan= Rp. 18.000.000 X 25% - Rp. 1.000.000 (biaya operasional) = Rp. 3.500.000

Balik modal = Modal Awal : Keuntungan:
Rp. 15.000.000 : 3.500.000 = 4 bulan

Bagaimana? Menarik dan mudah bukan? Tack Action sekarang, dan selamat berwirausaha.

sumber:analisa-usaha.blogspot.com
sumber:
READ MORE - Memulai Bisnis Distro dari Teras Rumah

Bisnis Pembuatan Kursi Pantai, Tak Cuma Untuk di Pantai

alt
Meski dikenal dengan nama kursi pantai, bukan berarti kursi itu digunakan di pantai saja. Kursi pantai banyak dipakai untuk hiasan di tepi kolam renang hotel, bungalo, apartemen, hingga restoran. Omzet dari pembuatan kursi pantai itu bisa puluhan juta rupiah per bulan.
Bergairahnya industri pariwisata membawa berkah bagi produsen kursi, termasuk pembuat kursi pantai. Itu, lo, kursi dengan sandaran yang bisa dinaik-turunkan hingga 180 derajat. Populer disebut kursi pantai karena kursi biasanya diletakkan di resor-resor yang terletak di tepi pantai.
Sebenarnya, kursi ini tak hanya untuk di pantai. Jadi kursi di pinggiran kolam renang pun juga ciamik.

Salah satu produsen kursi pantai yang menikmati berkah itu adalah Ben Slamet, pemilik CV Rindu Maranatha di Denpasar, Bali. Ben sudah membuka usaha pembuatan kursi pantai itu sejak 10 tahun lalu. Ia memulai usaha ini karena melihat potensi pasar kursi pantai yang besar di Bali.

Setelah 10 tahun berusaha, kini, pesanan kursi pantai buatan Ben bersama enam pekerjanya itu sudah mejeng di berbagai resor, hotel, bungalo, dan pengelola apartemen ternama di Bali.

Ben menjual kursi pantai itu dengan harga beragam. Namun rata-rata harga kursi pantai berbahan kayu jati dibanderol mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per unit, tergantung kerumitan pembuatan. "Per bulan kami bisa meraih omzet hingga Rp 80 juta," kata Ben.

Omzet sebesar itu diperoleh Ben dari pesanan kursi pantai sebanyak 36 buah. Setiap tahun pesanan kursi pantai itu naik hingga 20%.

Tahun ini saja, Ben sedang bernegosiasi dengan pengelola hotel yang ada di Bandung dan Bogor. "Sekarang kami sedang negosiasi dan soal harga belum ada kata putus," kata Ben yang memproduksi kursi pantai ukuran 105 centimeter (cm) x 65 cm x 90 cm itu.

Produsen kursi pantai lainnya adalah, Andrew Irwandy, pemilik Tirta Jati Furniture di Cengkareng, Jakarta Barat. Walaupun baru setahun memproduksi kursi pantai dari kayu jati, namun Andrew sudah mulai merasakan kenyamanan berbisnis kursi pantai tersebut.

Andrew bilang, sejak membuka usaha pada 2010 lalu, kursi pantai yang ia produksi banyak menghiasi kolam renang, contohnya: di Shinju Apartment, Apartemen Slipi, Podomoro City, Hotel Lembah Sarimas serta dari restoran Sushi Miya8i, dan Warung O'nals.

Selain menjual kursi pantai itu untuk segmen pasar properti, Tirta Jati Furniture juga menyalurkannya lewat pengencer furnitur. Namun untuk ke pedagang furnitur, Andrew menawarkan harga lebih murah agar kursi pantai dari kayu jati buatannya cepat laku. Maklum, kursi pantai buatan Andrew belum selaris buatan Ben. Dia mengaku dalam sebulan paling-paling hanya bisa menjual antara tujuh sampai 10 kursi. "Penjualan saya ini sangat tergantung pesanan," kata Andrew.

Soal harga jual, Andrew membanderolnya mulai dari harga Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per unit. Jika Andrew bisa menjual tujuh sampai 10 kursi per bulan, setidaknya Andrew bisa mendulang omzet mulai dari Rp 7 juta sampai Rp 20 juta per bulan.

Baik Ben maupun Andrew, keduanya sepakat melihat besarnya peluang bisnis kursi pantai tersebut. Andrew bilang, pasar kursi pantai itu bakal berkembang seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata dan juga sektor properti. "Belakangan ini pembangunan apartemen juga semakin banyak," kata Andrew.

Pembangunan kolam renang di apartemen jelas butuh kursi pantai sebagai tempat istirahat para perenang. Karena itu, Ben dan Andrew sama-sama optimistis, bisnis ini masih bakal berkembang lebih baik di masa mendatang.

(sumber : kontan online)
 
READ MORE - Bisnis Pembuatan Kursi Pantai, Tak Cuma Untuk di Pantai

Selai Organik Jawab Kebutuhan Makanan Sehat

alt

Berawal dari rasa rindunya kepada oma tercinta, Mei Suling membuat homemade jam atau selai buatan rumah berdasarkan resep omanya, Oma Anna. Beberapa temannya yang sempat mencoba selai buatannya menyarankan untuk menjadikan ini sebagai bisnis. Dengan meningkatnya kebutuhan dan keawasan orang terhadap makanan sehat, Mei kemudian membuat semua produknya dengan bahan organik tanpa tambahan bahan pengawet. Untuk gulanya Mei masih menggunakan gula tebu cokelat karena gula tebu cokelat ini tidak melewati proses bleaching terlebih dulu. Jadi semua bahannya segar dan sehat.

Pada 2009, Mei memutuskan untuk memulai bisnis ini. Mei memulai bisnis ini sendirian. Mulai membeli bahan, membuat selai, mengepak, memasarkan, menerima pemesanan, hingga membawa ke tempat pengiriman.

"Ketika mulai berbisnis, semua saya kerjakan sendiri. Tapi sekarang sudah ada tim. Jadi pekerjaannya sudah lebih ringan," ujar wanita asal Medan ini.
Selai dengan varian rasa yang tidak biasa alias unik, bahan-bahan organik, dan sangat eksklusif merupakan modal Mei untuk menjalankan bisnis ini.

Saat ini, produk selai dengan brand Oma Anna ini sudah mempunyai lima rasa, yakni apel-mint, nanas-cengkeh, jeruk-melati, stroberi-kayu manis, dan sarikaya. Memadukan rasa buah dengan rempah-rempah memang keunikan produk ini.

Hampir semua varian rasa selai dikerjakan di dapur tokonya di Jalan Wira Angun-Angun No 28. "Tapi selai sarikaya dibuat tante saya karena memang pembuatannya butuh kesabaran ekstra. Tante saya itu orangnya memang sabar," kata wanita yang pernah bekerja di hotel ini.

Harga yang ditawarkan untuk sebotol selai 250 ml adalah Rp 37 ribu untuk selai buah dan Rp 49 ribu untuk sarikaya yang memang pembuatannya lebih memakan waktu. Ke depannya, Mei berencana untuk menambah varian rasa selainya. Tapi itu pun pasti memakan waktu. "Untuk dapat satu varian rasa kan butuh waktu juga. Harus trial and error dulu sampai akhirnya menemukan yang pas," kata wanita yang juga memproduksi sirup dan es krim homemade ini.
READ MORE - Selai Organik Jawab Kebutuhan Makanan Sehat

Minggu, 30 Oktober 2011

Potensi Bisnis Salon Khusus Pria Makin Greng

Dandan bukan cuma monopoli kebutuhan perempuan. Para lelaki juga perlu bersolek, minimal bercukur. Mereka inilah yang menjadi target salon-salon khusus lelaki atawa barbershop. Tak hanya menawarkan jasa potong rambut, beberapa barbershop juga menyediakan layanan mewarnai rambut, manicure, dan pedicure. Salah satu yang memanfaatkan potensi pasar ini adalah salon Macho! Barber! di Yogyakarta. Salon khusus pria yang berdekorasi maskulin ini didirikan oleh Hamid Mulyareja sejak 2008.

Menurut Hamid, usaha barbershop modern memiliki prospek yang baik. Meski pemainnya sudah banyak, pasarnya masih cukup besar. Dengan alasan inilah, Hamid menawarkan kemitraan Macho! Barber! pada 2008.

Macho! Barber! menyediakan dua paket kemitraan. Pertama, kemitraan standar dengan nilai investasi Rp 55 juta. Kedua, kemitraan eksklusif senilai Rp 100 juta.

Dari nilai investasi sebesar itu, mitra berhak menggunakan merek Macho! Barber!. Hamid juga memberikan dukungan teknik dan sistem manajemen yang dikembangkan Macho Management.

Paket investasi ini juga sudah termasuk peralatan dan perlengkapan barber. Mitra standar akan mendapat empat kursi gunting rambut dewasa dan sebuah kursi gunting rambut anak. Mitra eksklusif menerima delapan kursi gunting rambut dewasa dan dua kursi gunting rambut anak.

Hamid juga menyiapkan stylist atau tukang cukur profesional. Jika ada stylist yang absen, technical support akan mengirim penggantinya. Kedua paket itu sama-sama memiliki jangka waktu kemitraan selama lima tahun.

Selain biaya perlengkapan dan kemitraan, biaya investasi ini sudah termasuk biaya survei dan commitment fee sebesar Rp 5 juta untuk mitra di Pulau Jawa, dan Rp 10 juta untuk mitra di Luar Jawa. Bila ada pembatalan, mitra akan dikenai penalti 10% dari total investasi.

Dalam penghitungan Hamid, mitra standar bisa balik modal dalam waktu 12 bulan. Adapun mitra eksklusif selama 18 bulan. Masa balik modal itu bisa diperoleh bila mitra mendapat omzet minimal Rp 20 juta per bulan.

Hamid bilang, perolehan sebesar itu merupakan omzet awal mitra. "Bila sudah masuk bulan keempat, omzet bisa mencapai Rp 50 juta per bulan," ujarnya. Macho Management menetapkan royalti fee dan supporting fee sebesar 5% dari omzet.


Incar pasar Luar Jawa

Jika berminat mengambil kemitraan ini, mitra harus menyediakan tempat minimal 3x5 m2. Bila mitra tak memiliki tempat, pihak Macho! Barber! pun sanggup menyediakan lokasi salon ini.

Saat ini sudah ada empat gerai Macho! Barber! di Yogyakarta. Dua di antaranya gerai kemitraan. Ke depan, Hamid berniat membuka outlet di luar Jawa. "Saat ini sudah banyak permintaan khususnya di Kalimantan dan Indonesia Timur," kata Hamid.

Joko Setiawan, mitra Macho! Barber! di Yogyakarta mendulang omzet minimal Rp 12 juta per bulan. Sehari pengunjung salonnya bisa mencapai 100 orang. Tarif terendah jasa Macho! Barber! Rp 6.000 untuk gunting rambut.

Kini, modal Joko, yang membeli paket standar pada 2009, telah terkumpul lagi. "Modal saya kembali pada tahun pertama," ujarnya.

(sumber : kontan online)
READ MORE - Potensi Bisnis Salon Khusus Pria Makin Greng

Bisnis Pelatihan Robotics Makin Potensial

alt

Untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tingkat persaingan masa depan, dunia pendidikan terus mencari terobosan baru. Itu pula yang dilakukan Creativ Kids. Tempat kursus untuk anak-anak ini memadukan aktivitas bermain dan belajar untuk mengaplikasikan ilmu secara kreatif. "Kami tidak ingin anak-anak hanya jadi penghafal rumus," ujar Gunawan Tunas, pemilik Creativ Kids.

Berdiri pada 2007, Creativ Kids menawarkan pelatihan kreativitas yang berujung pada pembuatan robot. Setelah melihat usaha ini berkembang, pada 2008, Gunawan mulai tawarkan kemitraan.

Namun model kemitraan itu berubah pada 2010 lalu. Kini, dengan kemitraan baru tersebut, Gunawan berhasil menggandeng sembilan mitra yang membuka 25 gerai Creativ Kids di Jabodetabek, Cilegon, Malang, dan Surabaya.

Kursus ini menyasar anak-anak berumur dua tahun hingga 17 tahun. Ada tiga level utama, yakni level creativity class, construction class, dan robotic class. Pada masing-masing tingkatan, ada sekitar tiga hingga empat sub level, dengan kapasitas enam anak per kelas.

Untuk mengundang minat peserta kursus, Gunawan juga aktif berpartisipasi dalam ajang olimpiade robot tingkat nasional. Sejauh ini, mereka telah dua kali meraih juara nasional pada Indonesian Robot Olympiade, yaitu pada 2009 dan pada tahun ini.


Masih prospektif

Bagi peminat harus menyiapkan dana kemitraan senilai Rp 78,53 juta. Gunawan bilang, nilai investasi ini sudah mencakup semua keperluan, selain biaya renovasi dan sewa gedung.

Tentu saja, agar kursus ini mampu menarik peserta, investor harus memiliki lokasi yang strategis. Selain itu, syarat lainnya, calon investor harus menyukai dunia pendidikan anak-anak.

Creativ Kids mematok biaya pendaftaran siswa sebesar Rp 300.000. Sedangkan, biaya kursus per level berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000. Dengan perkiraan perolehan omzet antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan, Gunawan memprediksi modal para mitra bakal balik dalam waktu 18 bulan.

Setelah kursus berjalan, para mitra tetap harus melengkapi modul mengajar seharga Rp.40.000-Rp.60.000 setiap bulan. Selain itu, perlengkapan lego seharga Rp 1 juta hingga Rp 4,6 juta. "Tambahan tersebut hanya 10%-15% dari omzet," ujar Gunawan.

Cufia Tunas, mitra Creativ Kids generasi pertama yang membuka kursus ini di Bandar Lampung, mengatakan, usaha kursus ini bagus dan berkembang. Sebagai gambaran, saat membuka Creativ Kids pada 2009 lalu, jumlah anak didiknya hanya sebanyak 11 anak. Tapi kini telah melonjak menjadi 124 anak. "Berkembangnya usaha ini karena ada kesadaran orang tua untuk kembangkan otak kanan si anak," ungkapnya.

Dulu, Cufia membeli paket cukup murah, cuma Rp 25 juta. "Namun, waktu itu, saya harus melengkapi peralatannya sendiri. Kalau dihitung-hitung sama dengan paket yang ditawarkan saat ini," jelasnya. Ia pun bisa mendapatkan modalnya kembali hanya dalam waktu setahun.

Dengan jumlah siswanya sekarang, Cufia bisa merengkuh omzet hingga Rp 50 juta tiap bulan. "Di Lampung usaha seperti ini mendapat respons yang baik," jelas Cufia.



(sumber : kontan online)
READ MORE - Bisnis Pelatihan Robotics Makin Potensial